Prustasi
Kata meditasi berarti terus
menerus memberikan perhatian
atau menghentikan pemikiran
pada satu pokok pikiran. Master
berkata (dan telah dibuktikan
dalam pengalaman) bahwa kita menjadi apa yang kita pikirkan
pada saat meditasi. Dengan kata
lain kita memperoleh sifat dasar,
kwalitas atau keadaan atas
obyek yang kita meditasikan. Oleh karena itu ketika kita
meditasi pada sesuatu yang
tidak kentara yaitu Tuhan, kita
akan menghilangkan kekotoran
kita dan mendapatkan
kehalusanNYA dan kemudian menjadi seperti DIA. Hanya
dengan demikian kita dapat
menjadi satu dengan DIA,
sehingga tujuan tertinggi dalam
kehidupan, jadi memungkinkan
untuk dicapai.. Dan ini hanya bisa didapat melalui praktek terus
menerus meditasi setiap hari
dengan ketaatan yang tulus
ikhlas. Bagaimana saya menyiapkan
diri untuk meditasi harian
saya ? Cara menyiapkan diri untuk
meditasi di pagi hari diberikan
seperti di bawah ini : (1) Bangun sebelum matahari
terbit. (2) Sikat gigi dan cuci muka. (3) Mandi jika kamu merasa
kotor (disarankan bahwa kamu
mulai meditasi sepagi mungkin
tanpa menghabiskan waktu pada
aktivitas-aktivitas rutin seperti
minum teh, baca koran, olahraga dan sebagainya). (4) Pakai pakaian yang longgar
dan enak dipakai. (5) Tentukan satu waktu dan
tempat khusus untuk meditasi
setiap hari. (6) Beritahu anggota keluarga
yang lain untuk tidak
mengganggumu selama meditasi. (7) Mulailah dengan meditasi
selama 30 menit. Tambah
waktunya setelah kamu merasa
cocok dan lakukan itu menjadi
satu jam. Kalau kamu membuka
mata sebelum waktunya, kamu dapat menutup matamu lagi dan
meneruskan meditasi. (8) Duduk yang enak, santai
tetapi punggung dan kepala
tetap tegak. Kamu bisa duduk di
lantai, di bangku, dengan
punggung (bukan kepala)
bersandar pada tembok. Kalau kepalamu tertunduk setelah
kamu mulai meditasi (disebabkan
karena kehilangan kesadaran),
kamu tidak perlu khawatir
tentang itu. Tiduran tidak
diijinkan karena terlalu mengasyikkan sehingga dapat
membuat kamu tidur. (9) Harap dimengerti bahwa
meditasi atas Tuhan yang ada di
dalam hatimu adalah pemujaan
oleh karenanya mulai dengan doa
dalam batin untuk meninggikan
spiritual dengan hati penuh cinta dan pengabdian. Bagaimana saya meditasi? Tutup mata dan mulai dengan
suatu anggapan bahwa Cahaya
Tuhan hadir di dalam hati.
Setelah itu duduk santai dengan
suatu sikap melihat ke dalam diri.
Ini mudah sekali. Haruskah saya mengulang-
ulang anggapan tentang
Cahaya Tuhan ? Tidak. Master berkata bahwa
membawa anggapan tersebut
satu kali pada saat mulai sudah
cukup. Dengan anggapan
tersebut, alam pikir bawah sadar
dihubungkan dengan Tuhan yang ada di dalam hati selama seluruh
periode meditasi. Alam pikir yang
sadar mungkin mulai
menghasilkan pikiran-pikiran lain,
bayangan-bayangan dan
sebagainya, tetapi kita dianjurkan untuk tidak
memperhatikan hal-hal tersebut,
karena ini adalah satu cara
untuk membuang samskara. Catatan : Mohon dimengerti
bahwa dalam sistem ini tidak ada
yang harus dikerjakan oleh akal
setelah kita memulai meditasi – tidak ada konsentrasi atau
pengulangan pemikiran seperti
mantera. Sistem sebelumnya
yang rupanya menggunakan
metode seperti itu hanya untuk
mencegah atau menahan pikiran- pikiran dengan akibat bahwa
samskara tidak dapat
menemukan jalan keluar dan
terus menciptakan malapetaka di
dalam diri. Bagaimana mungkin meditasi
tanpa akal kita melakukan
suatu pekerjaan (selama
meditasi)? Master berkata bahwa pikiran
sangat kuat. Oleh karena itu
anggapan belaka pada saat mulai
bahwa Cahaya Tuhan ada di
dalam hati, sangat kuat untuk
menghubungkan akal kita dengan Tuhan. Ini bisa dibandingkan
dengan menyalakan sebuah
lampu. Sambungannya akan terus
menerus menyala dan tidak perlu
harus terus menerus menekan
tombolnya. Haruskah saya mencoba
untuk melihat Cahaya
Tuhan selama meditasi ? Tidak. Master berkata bahwa
Tuhan terlalu halus untuk
ditangkap pancaindera. Meskipun
cahaya masih bersifat kebendaan
tetapi Tuhan tidak harus dilihat
seperti sinar matahari, sinar bulan atau sinar listrik. Karena
akal manusia tidak bisa meditasi
pada sesuatu yang kosong. Kita
menerima Tuhan sebagai suatu
anggapan yang abstrak (tidak
nyata) dan meditasi atas anggapan tersebut dan itu
memberi gambaran yang jelas
atas kesadaran kita di dalam diri. Jadi apa yang harus saya
lakukan selama meditasi ? Master berkata, kamu tidak
harus mekukan apa-apa, kamu
tidak aktif, kamu pasif selama
meditasi. Meditasi menurut
Master adalah suatu keadaan
menunggu kebesaran Tuhan masuk kedalam diri kita. Ini cara
yang paling alami, karena tidak
ada aktivitas jasmani atau rohani
dan kita mengambil suatu sikap
menyerah (pasif seluruhnya)
kepada Tuhan dan menunggu DIA di dalam hati kita. Sahaj Marg mengajari kita bahwa
dalam perjalanan spiritual, tidak
ada tempat untuk berdua – dirimu dan Tuhan. Selama kamu
menyadari dirimu sendiri yang
terlibat dalam kegiatan-kegiatan
bahkan ketika melakukan
meditasi dan sadhana, DIA tidak
dapat hadir di sana. DIA tentu saja bersama kamu ketika kamu
lupa dengan dirimu sendiri dan ini
yang akan dicapai melalui
meditasi Sahaj Marg dimana kita
mengabaikan diri sendiri sehingga
dengan cepat sekali ditimbulkan kekuatan spiritual (pranahuti)
dari Master. Apa yang harus saya
lakukan jika pikiran-pikiran
saya mengganggu selama
meditasi ? Kamu harus menganggapnya
seperti pikiran tersebut adalah
pikiran orang lain. Jadi ciptakan
jarak antara dirimu dengan
pikiran yang muncul. Master
menasehati kita untuk memperlakukannya sebagai tamu
yang tidak diundang – mereka akan pergi kalau kamu tidak
memberikan perhatian pada
pikiran tersebut. Kalau kamu
mendapatkan dirimu terlalu
terlibat dengan pikiran tersebut,
kamu disarankan untuk perlahan-lahan melepaskan
pikiran tersebut dan
membawanya kembali ke suasana
awal (sebelum mulai meditasi),
ucapkan lagi Cahaya Tuhan ada
di dalam hatimu. Tetapi ini tidak boleh dilakukan berulang-ulang
seperti mesin karena akan
berubah menjadi mantera. Bagaimanapun ini hanyalah
persoalan yang sementara bagi
abhyasi baru. Dengan meditasi
setiap hari secara teratur dan
sitting secara periodik dengan
Preceptor, kamu akan menemukan bahwa pikiran
tersebut kehilangan bebannya
dan berhenti untuk mengganggu
perasaan yang menginginkan
ketenangan dan kesentosaan di
dalam hatimu.